Friday, May 25, 2012

Vampir

Vampir adalah tokoh dalam mitologi dan legenda yang hidup dengan memakan intisari kehidupan (biasanya dalam bentuk darah) dari makhluk hidup lain. Meskipun kepercayaan terhadap setan penghisap darah terdapat dalam berbagai budaya dan telah ada sejak zaman kuno, istilah vampir sendiri baru populer pada awal abad ke-18 setelah masuknya legenda vampir ke Eropa Barat dari daerah Balkan dan Eropa Timur. Di daerah-daerah tersebut juga terdapat legenda mengenai makhluk-makhluk seperti vampir, misalnya vrykolakas di Yunani dan strigoi diRumania yang juga ikut meningkatkan kepercayaan vampir di Eropa.
     Vampir dalam legenda Balkan dan Eropa Timur memiliki penampilan yang beragam (mulai dari makhluk mirip manusia sampai mayat hidup) sedangkan di Eropa Barat, vampir digambarkan sebagai makhluk yang berpenampilan rapi dan mewah. Adalah cerita The Vampyre (1819) karangan John Polidori yang membentuk citra tersebut. Karya tersebut dianggap sebagai karya tentang vampir yang paling berpengaruh di awal abad ke19 dan telah mengilhami karya-karya selanjutnya seperti Varney the Vampire dan bahkan Dracula.
   Vampir umumnya diceritakan keluar dari makamnya pada malam hari untuk menggigit orang-orang dengan taringnya yang panjang dan mengisap darah mereka. Korban yang digigitnya biasanya akan menjadi vampir juga. Menurut beberapa mitos, vampir tidak tampak di cermin karena mereka tidak memiliki jiwa. Dalam cerita fiksi modern, vampir bisa menjelma menjadi kelelawar, serigala, bahkan gumpalan gas, dan harus menjauhkan diri dari sinar matahari.
    Kata vampire dalam bahasa Inggris pertama kali muncul pada tahun 1734 dalam sebuah cerita berjudul Travels of Three English Gentlemen yang diterbitkan dalam Harleian Miscellany pada tahun 1745.Setelah Austria menguasai daerah utara Serbia dan Oltenia pada 1718, pejabat setempat menyadari adanya masyarakat lokal yang melakukan praktik penggalian jenazah dan "pembunuhan vampir". Laporan ini kemudian disebarkan ke masyarakat luas.
    Istilah bahasa Inggris, vampire, berasal dari bahasa Jerman vampir (kemungkinan melalui bahasa Perancis: vampyre). Bahasa Jerman sendiri mengambilnya pada awal abad ke-18 dari bahasa Serbia, вампир/vampir. Istilah tersebut masuk ke bahasa Jerman pada masa ketika Serbia masuk dalam Kekaisaran Austria, pada saat itu diceritakan adanya seorang vampir bernama Arnold Paole.
    Kepercayaan terhadap vampir telah ada selama berabad-abad. Kebudayaan Mesopotamia (termasuk Lilith dan Edimmu dalam mitologi Sumeria, Assyria, dan Babylonia), Yahudi, Yunani kuno, dan Romawi kuno menceritakan mengenai setan atau roh yang mirip dengan vampir modern. Tetapi vampir yang dikenal sekarang berasal dari Eropa Tenggara abad ke-18.
   Dalam sebagian besar cerita rakyat, vampir adalah mayat hidup, korban bunuh diri, atau penyihir tetapi vampir juga bisa diciptakan dari roh jahat yang masuk ke suatu mayat dan melalui gigitan vampir lain. Legenda ini semakin lama semakin meluas dan bahkan di beberapa daerah menyebabkan histeria massal dan beberapa orang dituduh sebagai vampir
    Proses menjadi vampir berbeda-beda dalam beberapa kepercayaan. Di Slavia dan Cina, mayat yang dilangkahi oleh kucing atau anjing akan menjadi mayat hidup. Dalam kepercayaan Rusia, vampir adalah penyihir atau manusia yang semasa hidupnya menentang Gereja.
    Ritual budaya kadang dilakukan untuk mencegah orang yang baru saja meninggal berubah menjadi mayat hidup, misalnya mengubur mayat secara terbalik atau menaruh benda-benda duniawi seperti arit atau sabit di dekat makam dengan maksud agar setan yang mendatangi mayat merasa senang atau supaya roh sang mayat merasa tentram sehingga tidak akan bangkit dari peti mati. Cara ini mirip dengan praktik penguburan orang Yunani kuno yang mengharuskan untuk menaruh sekeping obolus di mulut mayat supaya roh mayat tersebut bisa melewati sungai Styx.
    Tradisi ini terus berkembang menjadi kepercayaan Yunani tentang vrykolakas, yang mana sebuah salib dan tembikar bertuliskan "Yesus Kristus berkuasa" ditaruh bersama mayat untuk mencegah mayat tersebut berubah menjadi vampir. Cara lainnya yang dipraktikkan di Eropa meliputi pemotongan tendon di lutut atau penaburan biji opium atau pasir di tanah pemakaman; Ini bertujuan agar sang vampir menghabiskan sepanjang malam dengan menghitung biji-bijian tersebut,
   Dalam suatu cerita tradisional Cina, jika ada vampir yang melihat sekarung beras, maka vampir tersebut akan menghitung tiap butirnya; Mitos ini juga muncul di anak benua India dan dalam cerita masyarakat Amerika Selatan tentang penyihir dan roh jahat.
   Cerita mengenai makhluk supernatural yang memakan darah dan daging manusia ada di hampir semua kebudayaan di seluruh dunia selama berabad-abad.
    Pada masa kuno belum ada istilah vampir dan makhluk yang meminum darah dianggap sebagai setan atau iblis. Di India ada cerita mengenai vetala, setan kubur yang tinggal dalam mayat. Pishacha, roh orang jahat atau orang gila juga memiliki ciri-ciri mirip vampir. Dewi India Kali, dengan taring dan kalung tengkorak, dihubungkan dengan kegiatan minum darah. Di Mesir kuno, dewi Sekhmet juga meminum darah.
    Bangsa Persia adalah salah satu bangsa pertama yang menceritakan mengenai setan penghisap darah. Ditemukan gambar-gambar makhluk yang mencoba menghisap darah manusia pada pecahan-pecahan tembikar Persia kuno. Sedangkan Babylonia dan Assyria kuno memiliki cerita tentangLilitu.
   Yunani dan Romawi kuno menceritakan tentang Empusa, Lamia, dan Striga. Empusa adalah anak dewi Hekate yang digambarkan sebagai setan yang menghisap darah para pria, Lamia adalah monster yang menghisap darah anak-anak. Dan Striga memangsa anak-anak dan pria muda. Striga digambarkan memiliki tubuh burung atau gagak dan diadaptasi oleh orang Romawi menjadi strix, burung penghisap darah manusia.
    Banyak mitos tentang vampir berasal dari Abad pertengahan. Sejarawan Inggris abad ke-12, Walter Map dan William dari Newburgh, pada masa itu mencatat adanya kepercayaan tentang mayat hidup  meskipun catatan tentang legenda tentang vampir di Inggris setelah masa tersebut tidaklah banyak. Kisah-kisah ini mirip dengan cerita yang nantinya muncul di Eropa Timur di akhir abad ke-17 dan 18 dan merupakan dasar bagi legenda vampir di Inggris dan Jerman.
    Salah satu catatan paling awal mengenai kegiatan vampir berasal dari wilayah Istria, Kroasia modern, pada tahun 1672. Laporan lokal menyatakan bahwa ada seorang vampir bernama Guire Grando dari desa Khring dekat Tinjan yang menyebabkan kepanikan masyarakat.
   Seorang mantan petani bernama Guire meninggal pada tahun 1656 namun penduduk desa setempat menyatakan ia kembali dari kematiannya dan meminum darah orang-orang serta melakukan pelecehan seksual pada istrinya. Pemimpin desa kemudian memerintahkan jantungnya ditusuk tetapi gagal. Dia akhirnya benar-benar mati setelah dipenggal.
    Kepanikan tersebut dimulai dengan dugaan adanya serangan vampir di Prusia Timur pada tahun 1721 dan di Monarki Habsburg dari tahun 1725 sampai 1734, yang kemudian menyebar ke daerah-daerah lokal lain. Dua kisah vampir yang terkenal melibatkan jenazah Peter Plogojowitz dan Arnold Paole dari Serbia. Plogojowitz dilaporkan meninggal pada usia 65 tahun tetapi diduga bangkit kembali dan meinta makanan pada putranya. Ketika putranya menolak, dia ditemukan telah mati keesokan harinya. Plogojowitz juga diduga menyerang beberapa penduduk lain karena ada beberapa orang yang kemudian mati karena kehabisan darah. Pada kasus lain, Arnold Paole, seorang petani yang diduga digigit oleh vampir beberapa tahun sebelumnya, meninggal ketika sedang memotong jerami.Pada abad ke-18, ada kehebohan tentang dilihatnya seorang vampir di Eropa Timur yang menyebabkan dilakukannya penggalian kuburan dan penusukan mayat yang diduga sebagai vampir; bahkan pegawai pemerintahan ikut memburu dan menusuk vampir. Meskipun disebut Abad pencerahan karena pada masa tersebut banyak kepercayaan dan legenda yang tak lagi dipercaya, tetapi kepercayaan tentang vampir malah meningkat dan mampu menimbulkan kepanikan massal di berbagai daerah di Eropa.
   Setelah kematiannya, penduduk di sekitarnya mulai mati satu per satu dan dipercaya bahwa Paole telah kembali dari kematiannya dan memangsa mereka. Cerita terkenal lainnya melibatkan vampir Serbia yang dipercaya tinggal di tempat penggilingan dan memangsa para pekerja di tempat tersebut. Kisah ini diangkat oleh penulis Serbia bernama Milovan Glišić dan juga menjadi film horor tahun 1973 berjudul Leptirica. Dua insiden tersebut didokumentasikan dengan baik: Pegawai pemerintah memeriksa jenazah, menulis laporan, dan menerbitkan buku ke seluruh Eropa tentang kejadian tersebut.
   Kepanikan msyarakat, yang disebut sebagai "Kontroversi abad ke-18", terjadi selama satu generasi. Hal tersebut semakin meningkat karena ditambah dengan banyaknya klaim penyerangan oleh vampir di pedesaan, yang disebabkan tingginya kepercayaan masyarakat pada takhayul. Karena ketakutan, banyak kuburan yang digali kembali dan jenazahnya ditusuk.
   Banyak cendekiawan yang menyatakan bahwa vampir tidaklah nyata (dan mengklaim bahwa yang terjadi adalah penguburan prematur dan rabies) tetapi kepercayaan vampir tetap meningkat.Dom Augustine Calmet, teolog dan cendekiawan Perancis yang dihormati, pada tahun 1746 membuat risalah yang komprehensif mengenai keberadaan vampir. Dalam risalah tersebut, Calmet memperlihatkan banyak laporan insiden tentang vampir. Risalah tersebut dikritik oleh Voltaire tetapi mendapat banyak dukungan dari para demonolog (ahli setan). Para pembacanya berkesimpulan bahwa risalah tersebut merupakan klaim Calmet bahwa vampir adalah nyata
   Kaisar Maria Theresia dari Austria mengirim dokter pribadinya, Gerard van Swieten, untuk menyelidiki tentang keberadaan vampir. Gerard menyimpulkan bahwa vampir tidak nyata sehingga sang kaisar mengesahkan hukum yang melarang pembongkaran kuburan dan penodaan jenazah. Hukum ini berhasil menghentikan epidemik vampir. Meskipun begitu, vampir tetap hidup dalam karya seni dan cerita rakyat.
   Dalam fiksi modern, vampir digambarkan sebagai makhluk jahat yang sopan dan kharismatik. Meskipun sebagian besar orang tidak mempercayai vampir, ada beberapa penampakan vampir yang dilaporkan pernah terjadi. Beberapa kelompok pemburu vampir bahkan masih ada, meskipun kebanyakan dibentuk untuk tujuan pergaulan.
    Ada klaim mengenai serangan vampir di Malawi pada akhir tahun 2002 dan awal 2003. Ketika itu, segerombolan orang membunuh satu orang serta melukai setidaknya empat lainnya (termasuk Gubernur Eric Chiwaya) atas dugaan bahwa pemerintah bekerjasama dengan vampir.
   Pada awal tahun 1970 pers lokal menyebar rumor adanya vampir yang menghantui Pemakaman Highgate di London. Banyak pemburu amatir yang datang ke tempat itu dan mecoba memburu vampir tersebut. Banyak muncul buku tentang kasus itu, salah satunya ditulis oleh Sean Manchester, salah seorang penduduk lokal. Dia adalah salah satu yang pertama kali menyatakan keberadaan "Vampir Highgate" dan dia mengaku telah mengusir para vampir serta menghancurkan sarang vampir di area tersebut.
    Pada Januari 2005, ada rumor yang berkembang tentang beberapa orang yang digigit di Birmingham, Inggris. Hal tersebut menimbulkan ketakutan adanya vampir yang berkeliaran. Tetapi kepolisian setempat menyatakan bahwa tidak ada laporan mengenai kasus tersebut dan kejadian itu hanyalah takhayul.
    Pada tahun 2006, seorang profesor Fisika di University of Central Florida menulis sebuah makalah ilmiah yang menyatakan bahwa secara matematis vampir tidak mungkin nyata berdasarkanderet ukur. Menurutnya, jika vampir pertama muncul pada 1 Januari 1600, dan menggigit satu orang dalam sebulan, dan setiap korban berubah menjadi vampir, maka dalam waktu dua setengah tahun, seluruh populasi manusia akan menjadi vampir.
   Pada masa modern, chupacabra ("pengisap-kambing") dari Puerto Rico dan Mexico disebut sebagai makhluk yang memakan daging dan meminum darah hewan peliharaan sehingga kadang-kadang disebut sebagai sejenis vampir. "Histeria chupacabra" sering diasosiasikan dengan krisis ekonomi dan politik pada pertengahan 1990-an.
   Pada bulan Maret 2009 sebuah kerangka perempuan dengan batu bata di mulutnya ditemukan di Venice, Italia. Matteo Borrini dari Universitas Florence menemukan kerangka itu dalam penggaliannya pada kuburan massal korban wabah dari abad ke-16.] Para arkeolog mengatakan bahwa ini adalah ritual pembunuhan vampir. Di Eropa sendiri, yang merupakan tempat asal dari banyak cerita vampir, pada umumnya vampir dianggap tidak nyata, meskipun di lokasi-lokasi tertentu kepercayaan tentang vampir masih ada dan beberapa penampakan vampir masih terjadi. Di Rumania pada Februari 2004, beberapa kerabat dari Toma Petre takut dia telah menjadi vampir. Mereka menggali makamnya, mengambil jantungnya lalu membakarnya sampai menjadi abu, dan meminum air yang dicampur dengan abu tersebut.

    Meskipun hewan ini sudah diceritakan dalam beberapa kebudayaan, tapi kelelawar vampir menjadi bagian dalam cerita vampir baru-baru ini. Kelelawar vampir mulai dimasukkan dalam cerita vampir ketika hewan ini ditemukan di daratan Amerika Selatan pada abad ke-16. Walaupun tidak ada kelelawar vampir di Eropa, kelelawar dan burung hantu telah sejak lama diasosiasikan dengan pertanda nasib dan supernatural, terutama disebabkan oleh perilaku mereka yang aktif pada malam hari, dan dalam simbolisme Inggris, kelelawar bermakna "Kesadaran atas kekuasaan kegelapan dan kekacauan".
    Dari tiga spesies kelelawar vampir, semuanya merupakan endemi di Amerika Latin, dan tak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan ini pernah punya kaitan dengan Dunia Lama sehingga hampir tidak mungkin bahwa cerita vampir berasal dari kelelawar vampir. Kelelawar ini dinamai berdasarkan cerita vampir dan bukan sebaliknya; Oxford English Dictionary mencatat bahwa keterlibatan kelelawar vampir dalam cerita vampir di Inggris dimulai sejak 1734. Walaupun gigitan kelelawar vampir biasanya tidak berbahaya bagi manusia, hewan ini diketahui sering menyerang ternak dan bahkan manusia, dan seringkali meninggalkan tanda berupa dua bekas gigitan di kulit korbannya.
    Dalam novel Dracula, tokoh fiksi Drakula beberapa kali berubah menjadi kelelawar, dan kelelawar vampir sendiri disebutkan sebanyak dua kali dalam novel itu. Kemampuan untuk berubah menjadi kelelawar juga muncul dalam adaptasi filmnya, yaitu Dracula, tahun 1927, begitu juga dalam film Dracula tahun 1931, ketika Bela Lugosi berubah menjadi seekor kelelawar. Perubahan menjadi kelelawar dilakukan lagi oleh Lon Chaney Jr. dalam film tahun 1943,Son of Dracula.






No comments:

Post a Comment